Sabtu, 27 April 2013

My journey in Paradise Island Bali

Bali merupakan surga bagi para wisatawan. Bali disebut sebagai paradise island karena keindahan alamnya dan keanekaragaman budayanya. Inilah yang menarik para wisatawan luar kota maupun wisatawan asing untuk datang ke Bali.


Ini merupakan pengalaman pertamaku berkunjung ke pulau Bali. Aku sungguh senang karena memiliki kesempatan untuk dapat study tour ke pulau Bali bersama teman-teman saat SMA. Kami berangkat pagi-pagi sekitar pukul 06.00 dari kota Magelang. Kemudian kami makan siang dan istirahat di kota Solo. Sekitar pukul 2 pagi, kami tiba di pelabuhan perbatasan antara Pulau Jawa dengan Pulau Bali. Perjalanan dari Magelang sampai Bali sekitar 24 jam.

Tempat pertama yang aku kunjungi adalah Tanah Lot. Disana aku mengunjungi ular suci dan sedikit berbelanja. Tips untuk berbelanja disana adalah tawar harga hingga 50% agar tidak di tipu oleh para pedagang dengan harga yang murah. Disana banyak sekali sajen atau sesaji di jalan-jalan. Jadi, saat berjalan anda harus berhati-hati jangan sampai menginjak sesaji tersebut. Orang Bali mempunyai adat memberikan sesajen bagi para dewa.

Setelah mengunjungi Tanah Lot, pada waktu malam hari aku dan teman-teman pergi ke GWK (Garuda Wisnu Kencana) untuk menyaksikan beragam pertunjukan tarian khas Bali, salah satunya tari Kecak. Setelah asik menyaksikan tarian khas Bali, kami langsung mengabadikan moment bersama para penari tarian khas Bali tersebut.

Setelah asik jalan-jalan aku kembali ke Hotel untuk istirahat. Esok hari nya aku langsung ke Pantai Kuta. Ini merupakan tempat yang aku tunggu-tunggu. Disana aku menikmati keindahan pantainya. Tak lupa pula aku mengabadikan moment dengan berfoto. Setelah asik bermain air laut, tiba-tiba aku bertemu seorang touris asal Perancis yang bernama Hans. Aku berbincang-bincang dengannya mengenai Jogja, Bali dan budaya Indonesia. Dia orang yang sangat ramah.

Ketika waktu sudah sore, aku pergi ke hotel dan bersiap-siap untuk kembali ke Magelang. Walau hanya sebentar, namun aku merasa sangat bahagia bisa pergi ke pulau yang banyak dikunjungi oleh touris mancanegara. Inilah pengalaman pertama yang sangat mengesankan buatku. 

My Journey in Jogja Part 2



Jogja selalu menarik dihatiku. Lagi-lagi aku pergi ke Jogja dan tetap ada rasa takjub akan kota tersebut. Tak pernah bosan dan selalu ada hal baru yang aku temukan. Jogja memang kota favorite ku. Hehehe..

Aku pergi ke Jogja bersama ketiga teman kuliahku yang pastinya cetar badai (Maria, Marta, Vina). Kami pergi bersama kedua orangtuaku. Diperjalanan kami selalu bercanda gurau tanpa lelah. Tak ada hal yang paling membahagiakan selain berkumpul bersama orangtua dan para sahabat.

Langsung aja nih aku mau cerita mengenai tempat-tempat yang kami kunjungi. Pertama kami mengunjungi Candi Borobudur Magelang. Harga tiket masuk sekitar 30 ribu rupiah per orang. Tapi berhubung aku punya saudara yang kerja disana, kami semua gratis masuk. Hehe..Disana kami habiskan waktu untuk shooting Heritage yang merupakan tugas dari mata kuliah Teknik Kamera. Sambil menyelam minum air, tak lupa kami juga mengabadikan moment dengan berfoto bersama.

Tempat selanjutnya yang kami kunjungi adalah Candi Mendut. Harga Tiket masuknya Rp 3.300,00 . hahaha unik ya harganya ganjil banget. Tapi murah kan ?? hihihi.. Disana kami bertemu seorang pria asal mexico bernama alejandro. Dia sangat ramah dan pastinya ganteng dong..

It’s time to Jogja !! Tempat pertama yang kami kunjungi di Jogja adalah Benteng Vredeburg. Harga tiket masuknya murah loh Cuma 2 ribu rupiah. Selanjutnya kami bersantai-santai di sepanjang jalan malioboro. Kalau ke Malioboro pastinya gak lengkap kalo gak belanja. Hehehe..

Pokoknya seru banget deh kalo ke Jogjakarta. Tempatnya para pelajar, tempat wisata, dan tempat budaya. 


Minggu, 14 April 2013

My Journey in Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa bagian tengah merupakan kota Pelajar. Mengapa demikian? Karena, Yogja memiliki banyak sekolah dan universitas yang unggul, berkualitas dan terakreditasi. Oleh  sebab itu,  orang luar yogja banyak yang menuntut ilmu dijogja karena mutunya yang bagus dan biaya hidup di yogja cenderung murah dari pada kota lain. 

Nah selain disebut sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga menjadi tempat wisata yang banyak diminati oleh pengunjung dari luar kota maupun di seluruh dunia. Yogyakarta kini telah setara dengan kota Bali. Ini sebabnya mengapa saya sangat ingin melakukan perjalanan ke kota Yogyakarta. 

Saya sering pergi ke yogyakarta bersama keluarga namun saya merasa ingin melakukan suatu perjalanan yang bermakna lebih untuk menambah pengalaman. Dulu saya sempat bersekolah di SMA Tarakanita Magelang. Jarak Magelang - Yogyakarta tidak terlalu jauh. Hanya butuh sekitar 45 menit untuk sampai ke Yogyakarta dengan menggunakan bus kota. 

Saya memulai perjalanan dari kota Bekasi. Dari sana saya menggunakan alat transportasi Bus malam menuju kota Magelang. Saya benar-benar pergi sendiri. Berbekal  tekad, uang, dan makanan plus pakaian saya berangkat ke Magelang. Waktu yang dihabiskan dalam perjalanan kurang lebih 10 - 12 jam. 

Akhirnya saya tiba di Magelang. kemudian saya beristirahat di rumah saudara di dekat Candi Borobudur. Besoknya saya pergi ke kota Yogyakarta sendiri menggunakan bus kota. Saya janjian dengan kawan lama saya saat SMA dan bertemu di terminal Yogyakarta. setelah itu tempat pertama yang kami kunjungi adalah Benteng Vredeburg. Benteng Vredeburg ini salah satu peninggalan zaman perang yang terletak di jantung kota jogja dekat malioboro.
Setelah puas melihat-lihat sekitar benteng kami langsung duduk-duduk, bercerita, melepas kangen, sambil berfoto-foto di sekitar Monumen serangan umum 1 Maret Yogyakarta.

Kemudian kami menutup hari dengan berbelanja di Malioboro dan menikmati makanan khas Yogyakarta yaitu Gudeg dan Jadah Tempe

 Jadah Tempe

gudeg jogja